Home » , , , » Tantowi: Menkominfo, Apa 'Jenis Kelamin' RIM?

Tantowi: Menkominfo, Apa 'Jenis Kelamin' RIM?

Written By Salman binustech on Senin, 08 Agustus 2011 | 16.57

Pemerintah belum tegas mengategorikan RIM dan BlackBerry. Tantowi Yahya (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Kemarin, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dan anggota Komisi I bidang Informasi DPR Tantowi Yahya berdebat soal kategori Research In Motion, produsen BlackBerry. Apakah RIM itu operator atau penyedia konten?

Menurut Tantowi, Tifatul masih belum tegas menentukan status RIM. Sehingga, dikhawatirkan pemerintah salah mengenakan undang-undang kepada RIM.

"Saya mendesak Pak Tifatul segera mengumpulkan pakar-pakar telematika. Segera tentukan 'jenis kelamin' layanan BlackBerry dan RIM itu seperti apa?" kata Tifatul Sembiring dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Selasa 18 Januari 2011.

Menurut politisi Golkar ini, ada beberapa poin pemerintah yang salah sasaran. Tantowi mengambil contoh, RIM itu bukan juga seperti operator telepon selular.

"Maka itu, apakah ada keharusan bagi RIM untuk membuka kantor cabang atau service center di Indonesia? Memang tidak sepenuhnya benar dan salah. Tapi itu menjadi polemik," kata anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II ini.

Undang-undang yang ada saat ini, kata Tantowi, hanya mengatur perusahaan-perusahaan operator dan juga content provider. Tapi ketika berhadapan dengan RIM dan BlackBerry, ini menjadi tidak tepat.

"Pak Tifatul sendiri mengakui RIM itu sebagai 'mahkluk asing'. Dikhawatirkan, kita akan menghukum sesuatu dengan undang-undang yang tidak tepat," jelas dia.

'Jenis kelamin' RIM yang belum jelas itu juga berujung pada pembayaran pajak. Menurut Tantowi, saat RIM bekerjasama dengan operator, perusahaan asal Kanada itu mendapat jatah sekitar US$7 per orang per bulan. Sebelum memberi kepada RIM, operator sudah dipotong pajak.

"Ketika mengimpor BlackBerry, itu juga sudah dipotong pajak. Nah, pajak yang dimaksud Pak Menteri itu pajak yang mana?" tanya Tantowi.

Saat perdebatan kemarin, Tifatul menjelaskan, dalam pandangan pemerintah, RIM adalah penyedia konten di luar negeri yang menjual BlackBerry. RIM bekerja sama business to business dengan operator. "RIM masuknya ke Indonesia tidak resmi," kata Tifatul kemarin di DPR.

Ditambahkan Tifatul, permintaan agar RIM membawa service centre ke Indonesia telah dilayangkan sejak Menkominfo, M Nuh. "Yang disoroti, RIM dengan operator partnernya ada perjanjian, salah satu poinnya tidak menghalangi seluruh konten yang lewat. Kan konten itu ada pornogafi, ini yang kita minta dihapus," tambah Tifatul. (umi)

• VIVAnews Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

View the original article here

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Followers

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Lalu Lintas Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger