Kemerdekaan adalah suatu kondisi dimana sebuah bangsa dapat menentukan sendiri arah tujuan nya dan memiliki pemerintahan yang dapat menjalankannya dan melindungi.

Bangsa Indonesia sudah merdeka 65 tahun lebih.

Saya tidak pernah merasakan hidup dalam masa penjajahan VOC sebelum 1946.
Beruntung saya lahir dalam kemerdekaan ini.

Mungkin saya tidak pernah mengalami hidup dan berjuang dalam masa sebelum 1946 dalam masa penjajahan VOC namun guru sejarah SD,SMP,SMA saya sudah cukup memberikan gambaran mengenai keadaan terjajah.

Pada penjajahan bangsa kita dipimpim oleh pemerintahan VOC.
Walaupun banyak kesengsaraan yang timbul pada masa penjajahan tersebut tapi ada beberapa hal penting yang menjadi sorotan.

Pada saat penjajahan :

- tidak ada sistem peradilan yang adil
Keadilan adalah barang mewah yang hanya dimiliki mereka yang dekat dengan tampuk pemerintahan dan pemilik kekuasaan

- tidak ada rasa aman
Militer, polisi dan aparat penegak keadilan lainnya adalah perpanjangan tangan dari pemegang kuasa untuk mengendalikan situasi sebagaimana dipandang sesuai dengan kalangan yang memiliki andil atau keperluan

- pemungutan pajak berlebihan
Pemerintah penjajah memungut pajak rakyat dalam segala segi kehidupan namun tidak ada realisasi yang nyata dalam penerapan atau penggunaan pajak tersebut untuk rakyat.

- kesejahteraan rakyat
Rakyat tidak memperoleh kesempatan memperoleh akses menuju kehidupan yang lebih layak karena sistem pendidikan tidak optimal dan masih banyak kesenjangan karena korupsi dan polemik politik yang tidak perlu. Kepentingan rakyat banyak termanipulasi dan hanya dijadikan alat untuk kepentingan golongan tertentu.

Sekarang kita mungkin tidak merasa terbatasi gerak-geriknya oleh pemerintah. Semua rakyat Indonesia dapat berkata bahwa negara Indonesia adalah negara yang sudah merdeka.
Tapi kalau kita lihat perkembangan terakhir apakah benar bangsa Indonesia sudah merdeka?

Bagaimana carut marutnya sistem peradilan dan alat penegak hukum kita?
Bagaimana kepentingan pendidikan saja bisa di korupsi oleh mereka yang mengaku berjuang demi kepentingan bangsa?
Kesejahteraan adalah tulisan angka dan gambar grafik warna-warni di atas kertas.
Pajak di kutip berlapis dan berbelit tapi tidak ada realisasinya?
Transparasi hanya permainan angka akuntansi dalam tabel dan angka tercetak tak bernilai.

Hak-hak dasar kita seperti KTP, AKTA lahir saja harus dikutip uang "administrasi" yang memberatkan mereka yang kurang mampu.
Saya yakin pemerintah pun tidak memiliki data akurat administratif.

Sistem inventaris pertanahan yang menjadi aset sebuah bangsa yang paling berharga pun tidak terdata dengan baik dengan banyaknya kasus sengketa.

Pemerintah membangun?

Membangun infrastruktur dengan membangun jalan TOL?
Jalan TOL dibangun dengan dana swasta dan rakyat yang mau mempergunakannya harus membayar dan kita tahu kemana duit itu mengalir.. ke kas negarakah?

Ibu kota Jakarta kita pun yang seharusnya menjadi kebanggaan menjadi carut marut dan tidak memiliki arsitektur dasar tata kota yang baik.
Saya paling malu melihat bandara internasional kita bukan dari segi fisiknya tapi dari pengelolaan nya.

Ibarat sebuah perusahaan.
Negara adalah badan hukum perusahaan
Pemerintah adalah menejemen nya
Rakyat adalah pemegang saham

Perusahaan yang berharga bisa menjadi bantut karena menejemen yang buruk dan pemegang saham berhak menuntut pergantian menejemen jika dinilai perlu dan untuk menyelamatkan perusahaan tersebut dari kebangkrutan total.