Home » , , , , , , » Pemerintah Irak Operasikan Penjara Rahasia Untuk Siksa Tahanan

Pemerintah Irak Operasikan Penjara Rahasia Untuk Siksa Tahanan

Written By Salman binustech on Rabu, 02 Februari 2011 | 08.32

Pasukan keamanan di bawah kendali Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengoperasikan sebuah penjara rahasia yang penuh dengan tahanan yang dipindahkan dari sebuah fasilitas di mana penyiksaan secara luas ditemukan di sana tahun lalu, menurut Human Rights Watch (HRW).

Kelompok hak asasi manusia internasional itu mengatakan bahwa mereka memperoleh dokumen-dokumen rahasia yang menggambarkan sebuah situs rahasia dalam sebuah kamp militer yang disebut Camp Justice, di lingkungan Kathamiya Baghdad. Kamp itu dijalankan oleh Brigade Angkatan Darat ke-56 Irak dan pasukan layanan kontraterorisme. Kedua lembaga itu berada di bawah kewenangan perdana menteri.

Laporan HNW menimbulkan kekhawatiran baru tentang adanya penyiksaan bagi tahanan Irak yang ditahan di Camp Justice dan menggambarkan upaya bersama antara para pejabat Irak untuk menyembunyikan tindakan pelecehan di fasilitas penahanan lainnya.

"Dengan brigade khusus ... tampaknya ada pola untuk melanjutkan penyiksaan dan saya berpikir bahwa bagian itu menjelaskan bahwa pemerintah belum mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah dan "belum mengakui adanya masalah," kata Samer Muscati, seorang peneliti HRW.

Dia mengatakan pejabat dari kantor perdana menteri tidak menanggapi permintaan berulang mereka untuk informasi kamp penahan tersebut atau melakukan pertemuan untuk membahas masalah ini.

Dalam sebuah laporan yang dirilis Selasa kemarin (1/2), HRW mengatakan bahwa hanya beberapa hari sebelum tim inspeksi internasional mengunjungi situs di dalam zona hijau November tahun lalu, pemerintah Irak mentransfer 280 tahanan, tersangka terorisme hampir semua dari mereka merupakan tersangka terorisme, ke Camp Justice.

HRW juga menemukan dokumen dari dua pekan lalu yang menunjukkan seorang perwira brigade ke-56 mencega pengawas penjara HRW dari mengunjungi para tahanan di Camp Honor, pangkalan militer di zona hijau. Juru bicara Pemerintah tidak bisa dihubungi untuk mengomentari laporan tersebut.

Laporan itu mengatakan bahwa sekitar 80 dari 280 tahanan di Camp Justice tidak memiliki akses ke pengacara atau kerabat dan inspektur penjara tidak diizinkan untuk melakukan kunjungan ke fasilitas yang dikendalikan oleh brigade ke-56.

Dalam wawancara dengan HRW, mantan tahanan di Camp Justice menjelaskan adanya aksi pemukulan dan penyiksaan yang terus berlanjut hingga akhir musim panas lalu, setelah pengungkapan luas adanya penyiksaan di sana. (fq/csm)

Nasehat Erdogan untuk Mubarak: Kita Semua Akan Mati, Jadi Mundurlah
Rabu, 02/02/2011 12:23 WIBKembali Pembantai dan Pemerkosa Muslim Bosnia Berhasil Ditangkap
Rabu, 02/02/2011 12:22 WIBMenlu Israel Sewa Jasa PR Eropa untuk Lawan Gerakan Boikot
Rabu, 02/02/2011 12:22 WIBTak Percaya NATO dan Pemerintah, Taliban Ajukan Syarat Dialog
Rabu, 02/02/2011 12:21 WIBKasus Terorisme, "Jihad Jane" Mengaku Bersalah
Rabu, 02/02/2011 12:19 WIBPemuda Inggris Makin Banyak yang Menganggur
Rabu, 02/02/2011 12:19 WIBTokoh Muslim Akhirnya "Manut" Yahudi, Ikut Ziarah ke Situs Holocaust
Rabu, 02/02/2011 10:03 WIB

(Arsip) (Ke Atas)


View the original article here

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

Blog Archive

Followers

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Lalu Lintas Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger